
Sahabat, membuat keputusan untuk resign dari pekerjaan dan memulai bisnis sendiri merupakan langkah besar yang tak hanya disikapi dengan penuh keberanian tapi juga kematangan berpikir. Hal ini menjadi penting, sebab keputusan yang tidak berlandaskan perencanaan, kerap kali berujung ketidakpastian finansial.
Di tengah tren kewirausahaan yang semakin populer di Indonesia, banyak profesional memilih jalan ini untuk mengejar passion, fleksibilitas, atau potensi penghasilan lebih besar.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia tumbuh 3,5% per tahun sejak 2020, didorong oleh kemudahan akses teknologi dan pasar digital. Namun, tanpa persiapan yang tepat, transisi ini bisa penuh risiko, mulai dari kehilangan pendapatan tetap hingga tantangan membangun bisnis dari nol.
Resign untuk Berbisnis, Strategi atau Emosional?
Resign untuk berbisnis sering didorong oleh keinginan untuk memiliki kendali penuh atas waktu, kreativitas, dan potensi finansial. Menurut data Forbes Indonesia, 60% wirausaha baru di Indonesia pada 2025 memulai karena mencari kebebasan dari rutinitas kantor dan peluang membangun aset jangka panjang.
Bisnis, terutama di sektor digital seperti e-commerce atau jasa kreatif menawarkan potensi pendapatan yang tidak terbatas, berbeda dengan gaji karyawan yang terikat.
Namun faktanya, 70% bisnis baru gagal dalam 2 tahun pertama karena kurangnya perencanaan, modal, atau strategi pasar yang tepat.
Oleh karena itu, resign bukan sekadar keputusan emosional saja. Lebih dari itu, perlu perencanaan matang yang didukung oleh persiapan mental, finansial, dan kemampuan teknis. Dengan komposisi yang tepat, transisi ini bisa menjadi titik awal untuk mencapai kemandirian finansial dan kepuasan pribadi.
Apa Saja yang Diperlukan untuk Resign dan Berbisnis?
Terdapat beberapa elemen kunci yang perlu disiapkan sebelum Sahabat mengundurkan diri dan memulai perjalanan kewirausahaan. Diantaranya sebagai berikut:
1. Perencanaan Keuangan yang Matang
Kehilangan pendapatan tetap adalah tantangan terbesar saat resign. Sahabat disarankan untuk menabung dana darurat minimal 6–12 bulan pengeluaran hidup (misalnya Rp5–10 juta per bulan) untuk menutupi biaya selama bisnis belum menghasilkan.
Hitung kebutuhan awal bisnis, seperti modal untuk stok barang (Rp10–50 juta untuk e-commerce) atau peralatan (laptop, kamera untuk konten kreator). Buat anggaran ketat, pisahkan rekening pribadi dan bisnis, serta hindari utang konsumtif. Gunakan aplikasi seperti Money Lover untuk melacak pengeluaran.
2. Ide Bisnis yang Jelas dan Riset Pasar
Sukses bisnis dimulai dari ide yang sesuai dengan passion dan permintaan pasar. Katadata menekankan pentingnya riset pasar untuk memahami kebutuhan pelanggan, seperti tren skincare di e-commerce atau jasa konsultasi digital.
Gunakan tools seperti Google Trends atau survei sederhana di media sosial untuk validasi ide bisnis. Pilih niche spesifik (misalnya makanan sehat lokal), buat business plan sederhana dengan target 3–6 bulan, dan pelajari kompetitor via Instagram atau Shopee.
3. Keterampilan dan Pengembangan Diri
Berbisnis membutuhkan skill seperti pemasaran, manajemen waktu, atau negosiasi. Sahabat direkomendasikan untuk mengasah keahlian sebelum resign, misalnya melalui kursus gratis di Coursera tentang digital marketing atau keuangan dasar.
Jika ingin jualan online, akan lebih baik jika mempelajari SEO atau iklan berbayar. Ikuti webinar dari platform-platform yang menawarkan hal tersebut, praktikkan skill melalui proyek sampingan, dan bangun portofolio di platform seperti LinkedIn untuk menarik klien atau investor.
4. Jaringan dan Komunitas Pendukung
Koneksi dengan sesama wirausaha atau mentor bisa mempercepat kesuksesan. Sahabat disarankan untuk bergabung dengan komunitas seperti HIPMI atau kanal grup broadcast WhatsApp lokal untuk berbagi pengalaman dan peluang.
Jaringan juga membantu menemukan supplier atau mitra. Hadiri event startup offline dan jalin hubungan dengan pelaku bisnis di niche yang sama.
5. Persiapan Mental dan Manajemen Risiko
Bisnis penuh ketidakpastian, dari fluktuasi pendapatan hingga kegagalan awal. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Forbes Indonesia menyebutkan bahwa 80% wirausaha baru merasa stres di tahun pertama karena ekspektasi tinggi.
Siapkan mental untuk penolakan dan kegagalan kecil. Tetapkan tujuan realistis (misalnya untung Rp2 juta di bulan ke-3). Untuk mengurangi stres, Sahabat bisa meluangkan waktu sejenak bersama keluarga dan mencari mentor untuk mendapatkan panduan.
6. Legalitas dan Administrasi Bisnis
Untuk bisnis serius, legalitas seperti NIB (Nomor Induk Berusaha) wajib dimiliki, terutama untuk akses pinjaman atau kerja sama. NIB bisa diurus online via OSS.go.id dengan biaya Rp 0 untuk UMKM.
Pastikan juga izin usaha spesifik jika di bidang makanan atau kesehatan. Daftar NPWP bisnis, buka rekening terpisah, dan konsultasikan ke notaris jika ingin bentuk PT dengan kisaran biaya Rp 5–10 juta.
7. Modal Awal dan Strategi Pendanaan
Modal awal sangat bervariasi. Dengan modal Rp1–5 juta untuk dropshipping sudah mencukupi, sedangkan modal Rp50–100 juta untuk membuat kafe fisik.
Jika ingin leluasa, disarankan untuk bootstrapping (pakai tabungan sendiri) untuk kontrol penuh, tapi pinjaman bisa jadi opsi jika dana terbatas.
Mulai kecil, gunakan platform gratis seperti Canva untuk branding, dan ajukan pembiayaan hanya dari lembaga terpercaya untuk ekspansi.
Langkah Praktis Sebelum Resign untuk Berbisnis
Tantangan yang Mungkin Dihadapi
Solusi Pembiayaan untuk Memulai atau Mengembangkan Bisnis
Memulai maupun mengembangkan bisnis seringkali membutuhkan modal tambahan untuk peralatan, stok barang, atau pemasaran. Adira Finance cabang Malang J.A Suprapto siap membantu keuangan Sahabat untuk memulainya. Sebagai lembaga finansial yang aman dan terpercaya, serta terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adira Finance menawarkan pinjaman modal usaha hingga pinjaman tunai dengan proses yang cepat.
Resign untuk berbisnis adalah keputusan besar yang menjanjikan kebebasan dan potensi besar, asalkan didukung dengan perencanaan keuangan, ide bisnis yang teruji, keterampilan, jaringan yang bagus, mental kuat dan modal yang cukup. Jadi gimana? Siap ambil langkah berani untuk wujudkan mimpi Sahabat hari ini!